Skip navigation

Sabtu, 19 Juli 2008 | 14:39 WIB

TOLI-TOLI, SABTU – Meskipun Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla hanya mengadakan pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat se-Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (19/7) siang waktu setempat di Aula Bale Tau Daka Lipu, namun acaranya dibuat tertutup bagi pers.

Bukan hanya wartawan asal Palu dan Toli-Toli yang tidak diperkenankan untuk meliput dengan alasan ruangan pertemuannya terbatas dan kecil, akan tetapi juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Toli-Toli Nurdin Makaramah, yang diundang secara resmi oleh Bupati Toli-Toli Moh Ma’ruf Bantilan ditolak masuk ke ruangan. Di tengah-tengah pertemuan tersebut, seorang wanita tiba-tiba menyelonong untuk masuk untuk mengikuti acara. Namun, sebelum mengarah ke aula, wanita tersebut dicegah dan dibawa ke ruangan lain. “Itu Pak Wapres saya, kenapa saya dilarang,” tuturnya.

Nurdin kepada Kompas mengaku ditolak masuk oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengikuti pertemuan tersebut, tanpa alasan jelas. “Padahal, saya diundang secara resmi. Ini undangannya,” ujar Nurdin seraya menunjukkan undangan yang diterimanya dari Bupati Toli-Toli beberapa hari sebelumnya.

Lagi pula, tambah Nurdin, sebagai mitra kerja Bupati dan pemerintah daerah Toli-Toli, ia juga telah dimintai bantuan berikut mobil baru kepunyaannya, yaitu Innova berwarna hitam untuk menjemput wartawan dari Istana Wapres dalam rangkaian rombongan kunjungan kerja Wapres Kalla tersebut. Tiga wartawan, termasuk Kompas yang menyertai rombongan Wapres pun memang diminta untuk tidak usah mengikuti pertemuan Wapres Kalla dengan tokoh agama dan masyarakat Toli-Toli. “Acaranya internal mas, tidak usah ikut. Kita menunggu saja sambil beristirahat,” ujar pejabat pers Wapres Kalla, Muchlis Hasyim.

Dipertanyakan

Akibat penolakan dirinya mengikuti undangan pertemuan Wapres Kalla dengan tokoh agama dan masyarakat, Nurdin pun mempertanyakan. “Ada apa sebenarnya yang dibahas Pak Wapres Kalla dengan tokoh agama dan masyarakat sehingga dibuat tertutup dan wartawan tidak boleh mendengarkan. Padahal, saya kira pertemuan dengan para tokoh agama dan masyarakat tidak ada yang rahasia dan sensitif untuk diketahui publik. Karena setahu saya kondisi di Toli-Toli sekarang ini sangat aman dan stabil. serta membicarakan masalah kemasyarakatan,” ujar Nurdin, penasaran.

Menurut informasi, sejumlah wartawan lokal yang dilarang menghadiri pertemuan mengembalikan kartu identitasnya yang dikeluarkan Komando Distrik (Kodim) Toli-Toli. Selain melakukan pertemuan dengan para tokoh agama dan masyarakat, sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Kalla juga menyempatkan temu kader dengan jajaran anggota dan pengurus daerah Partai Golkar di Kantor DPD Partai Golkar di jalan Magamuh, Toli-Toli, sebelum mengakhiri kunjungannya ke Toli-Toli untuk menuju Provinsi Sulawesi Utara.
Disadur langsung dari kompas online 19 juli 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: