Skip navigation

Tahukah Anda sesuatu yang paling banyak menyita pikiran, waktu, dan tenaga; yang mengurangi akal dan merusak ibadah? Itulah perasaan cemas. Cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi, yang berkaitan dengan urusan dunia. Padahal sudah jelas, perbuatan cemas itu, apalagi berlarut-larut tidak akan membuahkan penyelesaian apapun, selain hati semakin sengsara dan bertambah nelangsa.
Sahabat, sadarilah hidup ini teramat singkat. Lalu kapan kita akan merasakan kebahagiaan apabila dari hari ke hari yang terkumpul adalah kecemasan yang berujung pada kegelisahan dan hilangnya perasaan nikmat yang ada pada kita. Memang, cemas berpangkal pada belum mantapnya keyakinan bahwa segala kejadian yang menimpa kita mutlak datangnya dari Allah swt.

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah. Barangsiapa yang beriman kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghaabun: 11)

Sahabat, sesungguhnya setiap kejadian yang kita alami semuanya tidak akan lepas dari ketentuan dan ijin Allah, sehingga semestinya tidak ada kecemasan dan kegelisahan saat sesuatu meimpa kita.

“Tidak ada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis pada kitab Lauhul Mahfudz sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadiid: 22-23)

Jelaslah, semua yang terjadi atas ijin dari Allah. Akan tetapi, kebanyakan hati kita amat sibuk dan pikiran mencemaskan perbuatan-perbuatan makhluk, atau sebaliknya amat mengharapkan datangnya bantuan makhluk. Padahal sudah jelas, tidak ada satupun yanbg dapat menimpakan mudharat ataupun mendatangkan manfaat, selian dengan ijin Allah.

“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tiada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

Kemudian perhatikan sabda Rasulullah saw:
“Walaupun bergabung jin dan manusia hendak memberikan manfaat, maka tidak akan pernah datang kecuali yang ditentukan Allah.”

Jadi, apa perlunya kita memperpanjang pikiran, mencemaskan atau mencurahkan harapan kepada makhluk, sedangkan merekapun sama sekali tidak dapat menolak kemudharatan yang ditimpakan Allah bagi diri mereka sendiri. Cukuplah kepda Allah kembalinya segala tumpuan hati, harapan, dan segala urusan karena Dia-lah penguasa segala-galanya, penentu segala kejadian. Tiada sesuatupun dapat bergerak tanpa seijinnya, apapun jua tiada daya dan upaya tanpa kekuatan dari-Nya. Barangsiapa yakin bahwa Allah-lah yang akan menolong dan menjaminnya dalam setiap permasalahan hidup, niscaya Allah-pun benar-benar menjaminnya, karena Dia sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.

“Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku, dan Aku bersama dengannya ketika ia ingat kepada-Ku. Jika ia ingat kepada-Ku di dalam hatinya, Aku pun ingat pula kepadanya di dalam hati-Ku. Jika ia ingat kepada-Ku dalam lingkungan khalayak ramai, niscaya Aku pun ingat kepadanya dalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik. Dan jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku pun mendekat pula kepadanya sehasta.” (Hadits Qudsi riwayat Syaikhani dan Turmudzi dari Abu Hurairah ra)

Diambil dari sebuah dokumen…

3 Comments

    • kayamba
    • Posted Juli 19, 2008 at 4:31 pm
    • Permalink

    siapa sih yang punya blog ni

    • ahmad
    • Posted Juli 19, 2008 at 4:32 pm
    • Permalink

    ada informasi loker gak ya?

    • eight
    • Posted September 12, 2008 at 10:47 am
    • Permalink

    good news


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: