Beberapa hari ini di beberapa stasiun televisi ada berita yang cukup menarik perhatian..Berita itu tentang penyakit yang disebabkan oleh alergi terhadap antibiotik dan katanya cuma berawal dari sariawan.Duh bolang lagi sariawan neh, mungkin ga ya kena tuh syndrome
Penyakit itu katanya bernama Syndrome stephen-jhonson (maaf kalo tulisannya salah).

Seorang ibu di ngawi(jawa timur) yang terkena sindrom ini sekarang masih dirawat di rumah sakit. Sang ibu tersebut awalnya menderita sariawan. Karena beliau merasa sariawan tersebut sudah terlalu lama mengganggunya, maka beliau mencari jalan supaya sariawan tersebut cepat sembuh dengan biaya semurah mungkin dan obat semujarab mungkin. Alhasil bukannya sembuh malah beliau terkena penyakit baru, kulit beliau melepuh, bahkan matanya mengalami kebutaan.
Bolang jadi penasaran apa sih sebenarnya penyakit ini. Nyoba searching di mang google, tapi bolang tidak banyak mendapat informasi penting. Namun bolang coba menebak dst, mengira dst, menerka dst dan akhirnya menyangka bahwa sindrom ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh alergi tubuh terhadap beberapa antibiotik dan antinyeri, sehingga berkurangnya imun tubuh.
Dari penggalan berita di lampung post, bolang menemukan sbb:

Biasanya penderita rematik akan diobati obat antinyeri untuk menghilangkan nyeri. Jika pemakaian obat antinyeri dalam jangka waktu 3–18 bulan, dampak terkena penyakit kardiovaskuler bisa terlihat di atas 18 bulan. “Obat antinyeri ini hanya untuk menghilangkan gejalanya. Maka pasien pun harus tahu apabila gejalanya sudah sembuh, harus periksa lagi untuk mencari sumber penyakitnya. Misalnya, rematik karena asam urat, ya dokter harus mengobati asam uratnya,” kata Hari yang juga kasubbag Rematologi FKUI.

Obat-obat antinyeri pun ada yang tidak boleh diminum lebih dari 10 hari karena efek samping yang tinggi.

Sedangkan efek obat-obat antinyeri ini pada kulit, apabila pasien memiliki alergi kulit, terjadi gatal, merah, dan melepuh. “Yang paling ekstrem adalah penyakit stephen johnson syndrome. Namun, sindrom ini sangat langka, harusnya pasien juga terbuka pada dokter dengan menyatakan alergi pada obat-obatan tertentu,” kata Handono. S-1

19 Komentar

  1. seorang teman menanyakan soal sindrom ini sekitar 2 bulan yang lalu krn berpikir saya tahu soal ini.
    si korban seorang pria muda, punya bintik2 merah di sekitar lipatan kulit dan didiagnosa menderita sindrom ini. kata dokter, kemungkinan akibat terbiasa minum obat bebas tanpa batas (eh itu juga yang saya lakukan, loh!)
    kayaknya ada banyak korban di sekeliling kita, cuma seringkali kita anggap hal yang biasa, menilik ‘biasa’-nya tanda2 itu kita lihat.

  2. Mau berbagi cerita nih,
    beberapa hari yg lalu kk kecelakaan, kulit kakinya kebeset dan kulitnya pada ngelupas, terus supaya luka cepat menutup, nyokap minta dokter untuk ngasih antibiotik super (diatas amoxilin500 mungkin) hasilnya 1 jm setelah minum obat sekujur badan keluar bintik merah yang kemudian dengan cepat melebar dan menyatu membuat kk ku jadi tambak gemuk, katanya sih rasanya panas dan gatal akhirnya dilarikan kerumah sakit karena matanya juga merah, panas dan gatal.
    Sampai di RS, dokter bilang untung keluarga cepat tanggap, kalo gak KK ku bisa koma sampe mati karena organ dalam mengalami shock akibat alergi. Jadi sekarang antibiotik yg menyebabkan kk ku jd bengkak itu selalu ada di dompet untuk memastikan dia tdk diberi obat tsb lag bila harus berurusan dg rumah sakit.

    Menariknya, setelah penelusuran tanpa sengaja, salah satu kerabat ada yang mengalami hal yg sama tp kerabat tsb tdk trlalu memperhatikan jenis antibiotik yg memacu alerginya dan pihak keluarga jg agak meremehkan hasilnya setelah 3X berurusan dengan antibiotik tsb bliau dinyatakan terkena stephen-jhonson, gak lama meninggal. katanya sih akibat dari alergi ini apa yg terjadi di luar tubuh jg terjadi di organ dalam jd bila luar tubuh bengkak hingga melepuh maka begitu juga dengan organ dalam jadi hati-hati dengan antibiotik yg anda konsumsi, dan kata salah satu perawat: jangan mengkonsumsi amoxilin bersamaan dengan paracetamol bisa meracuni tubuh, puskes , dokter dan apotik suka ‘lupa’ mengingatx pasien untuk menjeda minum amoxilin dn paracetamol sekitar 3 jam.
    wah maap curhatnya jadi panjang :mrgreen:

  3. wyd:
    saya setuju hal yang kita anggap biasa kadang – kadang bisa jadi luar biasa.
    mestinya pemerintah dalam hal ini depkes memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang sindrom ini
    alin:
    thanks ya udah berbagi pengalaman, jadi tahu kalo harus ada jeda 3 jam antara minum amoxilin dan paracetamol..

  4. andai saya yang ngerawat mungkin ibu itu lebih tenang..
    heee ..
    lah wong yang ngerawatnya cantik, pasti lebih adem.

  5. ngerrrrriiiii…wah kayanya mendingan carilawan dari pada sariawan..heuheu.. :mrgreen:

  6. ngerrrrriiiii…wah kayanya mendingan carilawan dari pada sariawan..heuheu.. :mrgreen:

  7. duh .. ngeri ya

  8. belum lama ini ak juga kena SJS. pertengahan puasa tepatnya, konyol kalo ingat sebabnya. ak sudah mederita batuk 1,5 bulan dan tinggal sedikit lagi batukku sembuh, sayang ak minum es. malamnya ak mengigil parah, jd harus masuk RS A. anehnya ga ada tes alergi, tau-tau disuruh minum obat. setelah pulang ke rumah, ak minum obat, selang beberapa menit ada rasa gatal di bibir yang kemudian menjalar ke leher bagian belakang dan telinga, tenggorokan sakiiitttt banget, sadar kalo alergi obat, ak minum susu putih untunglah berapa menit kemudian bisa mutah, yang keluar malah lendir campur darah.. sangking takutnya masuk lagi ke RS B. katanya ga papa jd boleh pulang, keadaan ga tambah baik, paginya badan panas, merah di seluruh kepala…. ke RS B lagi, akhirnya di suruh mondok. 2 hari ga ada perubahan dipindah ke RS C, baru di RS C ketahuan kalo ak menderita SJS. seminggu kemudian boleh pulang dari RS C tapi harus kontrol kulit sampai 2 bulan. sampai saat ini, kulitku masih hitam–walaupun sudah mengelupas, ak termasuk beruntung karena masih selamat….
    hati-hati kalo ke dokter… kecerobohan dokter dapat berakibat fatal….dan segera minta tes alergi jika anda ke sakit.. percaya dech, tidak enak menderita SJS

  9. Istriku tercinta pada pertengahan bln maret 2008, terserang penyakit malaria, setelah memakan antibiotok SULFADOXIN reaksi yang ditimbulkan malah seluruh tubuh keluar bintik merah dan mata, hidung, mulut, terasa panas dan mengeluarkan cairan, dokter menyatakan bahwa istri saya terserang penyakit autoimun Stefen jhonsons, dan dirawat di RS selam 21 hari,
    Setelah dinyatakan oleh dokter boleh pulang dan rawat jalan, pada awal bulan Mei 2008, pada Kornea kedua mata istri saya ada seperti warnah putih seperti cat, lalu dirujuk Dokter dari RSCH Palembang ke Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center….
    Dokter JEC menyatakan bahwa istri saya harus dicangkok Korneanya karena kornea Istri saya mengalami kebocoran…….
    sekarang ALHAMDULILLAH istri saya masih dapat melihat walaupun belum 45% pulih seperti semula, tapi dibalik cobaan ada hikmah……. mungkin kedepan ALLAH SWT akan memberi kehidupan kami sekeluarga akan lebih baik dan indah….

  10. Saya dulu pernah kena stevens johnson.. Waktu kelas 6 SD. Memang pada dasarnya saya tidak suka obat-obatan.. Jadi tiap sakit, saya ga suka makan obat. Sampe pada akhirnya papa saya tahu kalo tiap obat yang dikasih ke saya, selalu saya buang.
    Tiap kali saya sakit, mama selalu bawa saya ke Dokter yang sama di daerah terminal antapani Bandung. Anehnya, tiap kali saya kesana.. dan kena penyakit berbeda, saya selalu dikasih obat yang sama. Obat itu berbentuk sirup dan tidak ada mereknya. Maklum.. ga mau ditiru tuh kayaknya… Sampai pada akhirnya, saya ngrasa ada kelainan di tubuh saya. Badan meriang, gatel2 di sekujur tubuh, mata makin sipit tapi pinggirannya bengkak.. Mama mulai khawatir.. Dy bawa saya ke salah satu RS terkenal di daerah Dago. Saya langsung masuk UGD. Setelah nunggu agak lama.. akhirnya ada Dokter yang datang buat meriksa.. Dokter bilang.. “Anak ibu terkenak penyakit langka..Stevens Johnson.. Minum obat apa sebelumnya, bu?”
    Mama cerita ttg Dokter yang di antapani ini.. akhirnya Dokter minta mama biar saya diopname di Rs.
    Setelah 1 bulanan, saya sembuh.. Tapi ada cerita terbaru niew dari sindrom ini..
    1bulan yg lalu saya menjalani operasi usus buntu.. Pas udah masuk ruang operasi, Dokter bertanya: Pernah punya penyakit apa sebelumnya?” Trus saya jawab:”Stevens Johnson”
    Dan dokter itu kaget, tadinya yg menangani operasi saya hanya 1 orang, tp setelah tahu kalo saya ponya penyakit ini, dy panik dan langsung menghubungi dokter kulit dan dokter syaraf. Lalu dy meminta para suster untuk melakukan skin test pada kulit saya. Sebanyak 3 kali suster2 itu melakukan skin test.. aduh perihnya bukan main… Hingga akhirnya Dokter2 ini bertanya.. Ada keluarga yang nunggu di luar? Saya jawab”Keluarga cuma ada adik saya saja. Tidak ada Ortu karena mereka semua di Canada. Sampai akhirnya mereka minta tanda tangan adik saya hingga 3 kali banyaknya.. Wah.. Berarti gawat sekali waktu itu keadaanya.. Mereka bilang..”Ini kemungkinannya 50-50.. Waktu itu saya kaget banget..
    Masuk ruang operasi jam 12 siang, baru mulai operasi jam 13.20.. Lama juga pertimbangannya..
    Tapi syukurlah.. Ga ada obat yang ternyata alergi di badan saya.. Padahalkan klo mau dioperasi banyak banget obat yang masuk ke dalam tubuh. Dari situlah.. saya jadi trauma berat dengan obat2an… Smoga aja syndrom itu ga terjadi selamanya pada tubuh saya.n_n

  11. waktu dhiya sma sakit gigi, dan dokter selalu memberi obat antibiotik dan penahan rasa sakit. terus menerus hingga hampir 4 tahun-an dhya konsumsi obat tsb.
    waktu kuliah gigi kambuh lagi dan hya diberi obat itu lagi…ngga diduga, tubuh dhya jadi sering sakit dan di kulit juga ada bintik merah yang gatal (kalo digaruk panas banget dan melepuh) Syukurlah ketika berenti minum obat, bintik itu ilang walo perlu waktu lebih dari sebulan untuk menghilangkannya..

    tapi di kulit tangan (jari telunjuk kanan-kiri dan jempol tangan kanan) masih gatal sampe sekarang.. jadi syerem…apakah itu syndrom stephen johnson? atau apa? udah ke dokter kulit tetep aja, kalo obat habis kambuh lagi penyakitnya…
    kalo psychosomatis apaan siy?

  12. apa ada dokter khusus yang bisa nanganin kasus ini ya ?saya juga terserang alergi obat yang sangat menyiksa,tolong bantuannya…..!

  13. tlng d bahas donk gmn cra mengetahui seseorang pny peny.Sjs,,,trus jenis obat n merek obat apa aj yg bs memicu penyakit trsbt,,,biar kt bs menghindari obt trsbt,,,thanks,,,

  14. askum…
    berita duka…
    innalillahi wa innalillahirojiun….
    PANJI BAKKARA YUDHA…

    bwt dokter2 yang hanya mentingin uang n perutnya….kalian adlah orang2 terkutuk n brengsek….

    SMOGA PERUT KALIAN KENYANG N HAUS KALIAN TERHILANGKAN DENGAN TETESAN AIR MATA N JERITAN RASA SAKIT YANG DIDERITA TEMAN TERCINTA KAMI…..

    panji terkena SJS akibat salah diagnosa dokter,,,

  15. SJS itu bagiku bukan hanya kesalahan dokter….karena susah memprediksi apakah seseorang punya SJS atau kah tidak…kecuali jika punya riwayat SJS sebelumnya…jadi saya hanya bisa menyarankan u/ ceritakanlah segala keluhan anda kepada dokter saat diperiksa jgn ada yg disembunyikan. dan jika diberi obat oleh dokter, tanyakanlah apa efek samping obat tersebut.atau jika dokternya terlalu sibuk dan tidak sempat menjelaskan…carilah di internet/buku2…kan skrg zaman teknologi canggih…

  16. Kita tidak bisa mempersalahkan dokter sebagai biang keladi penyakit ini. Karena dasar dari Syndr. Stepehen Johnson adalah alergi dan resiko ini dimiliki oleh setiap orang tanpa kecuali. Apa saja tang dapat menyebabkan SSJ ini? Banyak … terutama memang obat2an, tapi infeksi virus biasapun (yang tidak diobati) dapat mengakibatkan SSJ, karena pada dasarnya tubuh sedang menolak ‘benda asing’ tersebut berada di dalam dirinya. Jadi kalau begitu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya SSJ ini? Pertama, jangan makan obat sembarangan. Pelajari cara2 mengatasi gejala sakit melalui pengobatan alami. Pengetahuan tentang tanaman obat dan manfaatnya akan sangat berguna untuk mencegah kita mengambil obat2an pabrik dengan resiko yang besar. Kedua, kenali gejala utama dari SSJ : bibir yang melepuh, perih dan panas merupakan tanda spesifik kita terserang SSJ. Disamping tentu saja keluarnya bintil2 merah yg dg cepat meluas dan gatal di seluruh tubuh, perasaan demam dan kadang2 disertai nyeri tulang. Stop obat yang diminum. untuk penanganan awal segera konsumsi kortikosteroid atau antihistamin (bila fasilitas kesehatan jauh dari jangkauan). Segera ke rumah sakit terdekat dan katakan saya terkena SSJ. Catat obat yang diminum dan hindari obat tersebut seumur hidup.
    Sebetulnya reaksi alergi memiliki berbagai jenis tingkatan. Yang pertama, sangat ringan seperti yang biasa kita alami, muncul dalam bentuk bintik2 merah yang gatal (bisa muncul karena udara dingin, makan sea-food, atau obat). Alergi ringan ini hanya mengenai bagian kulit superfisial dan sifatnya sementara. Tingkat kedua adalah SSJ. Ketika alergi mulai menyerang bagian yg lebih dalam dari kulit (disebut mukosa) maka reaksi alergi ini tidak akan berhenti dg sendirinya. Ia akan bergerak secara progresif menyerang semua bagian tubuh jika tidak segera dihentikan. Bagian mukosa tubuh kita yang paling luar adalah bibir dan mulut. Itu sebabnya penyerangan harus dihentikan dari luar dengan bantuan obat2an kortikosteroid dan antihistamin yang memadai. Dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit. Di atas SSJ masih ada satu jenis lagi dan yang ini sangat mematikan. Karena sifat penjalaran dan penyerangannya jauh lebih cepat dan lebih ganas dari SSJ. Yang ketiga ini disebut TEN atau NET (lupa singkatannya …kalau tidak salah Necrolytic EndoToxin…?? ).

  17. obat alami apa yg dpt menyembuhkan sakit syndrome stephen-jhonson?

  18. kaya’e aku mengidap tu sindrom,dari kcil aku pnya pnyakit kulit tp ga tau sbabe…
    dokter jg pd bngung..
    klo ceck up jenisnya apa ya???

  19. Psik0s0matik itu gangguan psikis(mental/psik0logi) yg gak trselesaikan..bs krna tdk dsadari atau memang gak dtangani..shg gejalanya justru nampak pd perubhn2 organ tbuh..(s0matik)


Tulis sebuah Komentar

*
*